Rabu, 30 November 2011

Tempe Segar, Rebus, Goreng, Mana Yang Terbaik?



Tempe merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Tempe terbuat dari biji kedelai yang difermentasi. Untuk menikmatinya, biasanya tempe direbus atau digoreng. Tapi pernahkan terpikir untuk Anda mengkonsumsi tempe dalam keadaan segar (belum direbus, digoreng, biasanya disebut tempe mentah)? Awalnya tentu Anda berpikir mengkonsumsi tempe mentah adalah tidak higienis, bahkan mungkin bisa menyebabkan sakit perut. Tetapi ternyata, mengkonsumsi tempe secara segar adalah cara konsumsi terbaik dan paling bermanfaat bagi tubuh dibanding mengkonsumsi tempe yang sudah direbus atau digoreng. Mengapa?

Dalam proses pembuatan tempe, biji kedelai harus dicuci, kemudian direbus sampai matang. Setelah itu baru biji kedelai difermentasi. Jika kedelai tidak benar-benar bersih, maka proses fermentasi tidak akan berhasil. Dari sini, bisa ditarik kesimpulan bahwa tempe segar sebenarnya sudah matang, karena terbuat dari bahan yang sudah dimasak. Selain itu, tempe terbuat dari bahan yang benar-benar bersih sehingga aman untuk dikonsumsi. Tempe segar mengandung enzim yang tinggi dan antioksidan yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Tempe segar bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak, mata, mulut, kulit, tiroid, amandel, jantung, paru-paru, tangan, hati, dan pencernaan.

 Bagaimana dengan tempe rebus? Bila tempe direbus selama 5 menit, maka kandungan manfaat tempe bisa berkurang 50%. Tempe tidak lagi bermanfaat untuk organ jantung, paru-paru, tangan, hati, dan pencernaan.

Yang terakhir adalah tempe goreng. Jika tempe digoreng, maka kandungan manfaatnya akan hilang sama sekali. Bahkan, jika Anda menggoreng tempe dengan suhu tinggi, hal ini dapat memicu kanker. Dari hasil penelitian, bahan pemicu kanker terbentuk pada makanan yang dipanaskan, utamanya pada makanan yang digoreng atau dipanggang. Selain itu, jika kita sembarangan menggunakan minyak jelantah dalam menggoreng tempe, hal ini dapat menyebabkan penyakit kolesterol. Jadi, masihkah Anda menyukai tempe goreng?

Yang perlu Anda perhatikan dalam mengkonsumsi tempe segar adalah konsumsi tempe yang sudah mengalami proses fermentasi secara sempurna. Hindari mengkonsumsi tempe yang belum berfermentasi seluruhnya atau tempe yang sudah busuk. Selain itu, konsumsilah tempe sesuai porsi harian yang ideal. Jangan kurang ataupun berlebihan. Porsi mengkonsumsi tempe segar yang ideal adalah antara 6 sampai 9 potong per hari dengan ketebalan kira-kira 1 cm per potong. Berat per potong kira-kira 15 sampai 20 gram.

Sebaiknya, Anda mulai membiasakan diri mengkonsumsi tempe segar. Hindari mengkonsumsi tempe rebus, apalagi tempe goreng. Konsumsi tempe dengan benar, maka kesehatan Anda akan terjaga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar